BANDAR LAMPUNG – mgmltvnews.com – Jumat (12/6/2026) bukanlah hari Jumat biasa bagi keluarga Zulya Ulfa. Di lorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, Bandar Lampung, doa-doa yang dipanjatkan selama berhari-hari akhirnya menemukan titik terang. Balita berusia 4,5 tahun itu baru saja melewati masa kritisnya melalui serangkaian tindakan operasi yang berjalan lancar.
Zulya, yang sempat menjadi pusat perhatian publik akibat musibah siraman santan panas yang menimpanya, kini selangkah lebih dekat menuju kesembuhan. Kabar keberhasilan operasi ini bukan sekadar berita medis; ini adalah narasi tentang ketabahan seorang anak dan besarnya kekuatan empati masyarakat.
Luka yang Perlahan Memudar
Bagi orang tua Zulya, melihat anak kesayangannya harus berjuang melawan rasa sakit di usia yang seharusnya dihabiskan untuk bermain, tentu menjadi ujian yang sangat berat. Namun, operasi yang sukses pada Jumat siang itu seolah menjadi angin segar yang membasuh kecemasan.
”Alhamdulillah, operasi ananda Zulya berjalan dengan lancar,” ungkap Ketua LPAI Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, S.H., dengan nada syukur yang mendalam. Baginya, setiap detik proses pemulihan Zulya adalah perjalanan panjang yang harus terus dikawal hingga tuntas.
Kekuatan di Balik Uluran Tangan
Keberhasilan ini tidak diraih sendirian. Dibalik ruang operasi, ada ribuan doa dan dukungan yang mengalir. Mulai dari tim medis RSUD Abdul Moeloek yang sigap memberikan pelayanan terbaik, hingga Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, para relawan, dan donatur yang tak dikenal, semua melebur menjadi satu kekuatan besar.
Bagi Decxy Vicry Angga, fenomena dukungan ini adalah pengingat betapa indahnya semangat gotong royong di tanah Lampung.
”Semangat kepedulian sosial yang ditunjukkan masyarakat membuktikan bahwa masih banyak ‘orang baik’ yang siap membantu sesama. Ini adalah bukti bahwa luka Zulya tidak hanya dirasakan oleh keluarganya, tetapi juga oleh kita semua,” tambahnya.
Menanti Zulya Kembali Bermain
Kini, fokus utama beralih pada fase pemulihan. Harapan besar tersemat agar Zulya dapat segera melewati masa penyembuhan pascaoperasi dengan baik. Tak ada doa yang lebih tulus selain keinginan melihat Zulya kecil kembali ceria, berlarian, dan tumbuh besar layaknya anak-anak seusianya tanpa bayang-bayang rasa sakit.
LPAI Lampung Timur berkomitmen untuk tidak melepaskan pengawasan mereka. Mereka akan terus mendampingi perjalanan Zulya hingga sang balita benar-benar pulih dan kembali ke pelukan kehangatan keluarga.
Hari ini, di Bandar Lampung, harapan itu telah tumbuh. Semoga kebaikan yang telah disemai oleh banyak orang menjadi bekal berharga bagi kesembuhan Zulya dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus peduli pada sesama.(Safarudin)













