LAMPUNG TIMUR, -mgmltvnews – Momentum akhir tahun ajaran selalu menjadi hal yang krusial bagi dunia pendidikan, bukan saja sebagai penanda tuntasnya masa belajar, melainkan juga sebagai ruang evaluasi menyeluruh. Semangat inilah yang diusung oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, saat menggelar agenda pembagian rapor hasil belajar semester genap tahun ajaran 2025/2026 pada Rabu (10/06/2026).
Sejak pagi hari, kompleks sekolah sudah tampak dipadati oleh ratusan orang tua yang datang dengan antusiasme tinggi. Berdasarkan data dari pihak manajemen sekolah, tercatat sebanyak 638 siswa yang duduk di bangku kelas 10 dan kelas 11 menerima hasil capaian belajar mereka selama enam bulan terakhir.
Berbeda dengan tren digitalisasi yang kerap mengalihkan pembagian hasil belajar melalui aplikasi atau surat elektronik, SMKN 1 Raman Utara tetap mempertahankan tradisi pertemuan tatap muka. Pihak sekolah mewajibkan seluruh rapor diambil langsung oleh orang tua atau wali murid di ruang kelasnya masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Membangun Kekeluargaan dan Memantau Karakter Siswa
Ditemui di sela-sela kesibukan memantau jalannya kegiatan, perwakilan pihak sekolah, Sunarni Andriyani, memberikan penjelasan mendalam mengenai kebijakan ini kepada awak media. Menurutnya, kehadiran orang tua di sekolah memegang peranan yang jauh lebih besar daripada sekadar melihat angka-angka nilai di dalam rapor.
”Kegiatan pembagian rapor ini sengaja kami konsep dengan melibatkan langsung para wali murid. Tujuan utamanya adalah untuk menjalin silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang erat antara pihak sekolah dan lingkungan rumah. Pendidikan tidak akan sukses jika hanya mengandalkan guru di sekolah,” jelas Sunarni Andriyani.
Lebih lanjut, Sunarni menekankan bahwa ruang kelas hari ini berubah menjadi ruang dialog interaktif. Sesi pembagian rapor ini dimanfaatkan oleh para wali kelas untuk memaparkan perkembangan karakter, kedisiplinan, hingga kendala psikologis maupun akademis yang dihadapi siswa selama proses belajar mengajar.
”Melalui pertemuan langsung seperti ini, wali kelas bisa menyampaikan bagaimana karakter anak yang sebenarnya selama di sekolah. Dari sana, kita bisa bersama-sama menyamakan persepsi, memberikan dorongan moral, serta memberikan semangat baru agar anak-anak kita bisa lebih giat lagi belajar saat memasuki tahapan kelas yang lebih tinggi nanti,” tambahnya.
Apresiasi dan Antusiasme Tinggi dari Wali Murid
Kebijakan sekolah ini disambut dengan tangan terbuka oleh para orang tua. Pantauan di lapangan menunjukkan terjadinya diskusi dua arah yang hangat antara guru selaku wali kelas dan para orang tua murid. Banyak di antara wali murid yang aktif bertanya mengenai kebiasaan anak mereka saat berada di lingkungan sekolah.
Salah seorang wali murid yang hadir mengekspresikan rasa senang dan puasnya atas keterbukaan informasi yang diberikan oleh pihak SMKN 1 Raman Utara. Bagi mereka, kesempatan bertatap muka langsung dengan wali kelas adalah momen yang sangat berharga.
”Kami selaku orang tua sangat antusias dengan sistem seperti ini. Merasa sangat senang, karena dengan mengambil rapor langsung ke sekolah, kami tidak sekadar menerima kertas nilai, tetapi bisa mengetahui langsung informasi valid mengenai kondisi, perilaku, dan perkembangan anak kami dari wali kelasnya. Ini sangat membantu kami untuk melakukan pengawasan di rumah,” tuturnya dengan nada penuh apresiasi.
Tertib dan Kondusif hingga Akhir Acara
Guna mengantisipasi penumpukan massa dan menjaga kenyamanan, pembagian rapor dilakukan secara terjadwal di masing-masing ruang kelas dengan dipandu oleh wali kelas terkait. Setiap orang tua diberikan waktu khusus untuk berkonsultasi secara privat, sehingga privasi dan efektivitas komunikasi tetap terjaga dengan baik.
Hingga tengah hari, seluruh rangkaian kegiatan pembagian rapor untuk 638 siswa kelas 10 dan 11 di SMKN 1 Raman Utara terpantau berjalan dengan sangat tertib, aman, dan kondusif. Agenda ini diharapkan mampu memperkokoh jembatan komunikasi antara sekolah dan masyarakat demi melahirkan lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara keahlian, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat. (Safarudin)











