Lampung Timur –mgmltvnews.com –
BPRS Lampung Timur bersama Satgas Desa Migran Emas (Demimas) dan PT Bahana Mega Prestasi menggelar kegiatan koordinasi, kolaborasi, dan sosialisasi bertajuk “Membangun Desa Migran Emas untuk Kesejahteraan Bersama” di Saung Iwan, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut mengusung semangat kolaborasi, sinergi, inovasi, kepercayaan, dan kesejahteraan sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari tingkat desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lampung Timur Melya Dewi, Kabid Tenaga Kerja Triwahyu Handoyo, perwakilan BPRS Lampung Timur, PT Bahana Mega Prestasi, pendamping Desa Migran Emas dari NU, aparat desa, serta para peserta sosialisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Melya Dewi mengapresiasi inisiatif para pendamping Desa Migran Emas yang terus mendorong edukasi mengenai migrasi aman.
Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Lampung Timur telah memiliki 20 Desa Migran Emas yang diluncurkan sejak tahun 2025 oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Setiap desa juga telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) mengenai perlindungan dan pemberdayaan PMI sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program edukasi migrasi aman hingga ke tingkat desa. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan setiap calon pekerja migran dapat berangkat secara prosedural, aman, dan terlindungi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Bahana Mega Prestasi, Arif, menjelaskan bahwa perusahaannya telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam penempatan PMI secara resmi ke berbagai negara, khususnya Taiwan.
Menurutnya, perusahaan lebih mengutamakan kualitas pekerja dibandingkan jumlah penempatan. Selain Taiwan, PT Bahana Mega Prestasi kini juga membuka peluang kerja ke Jepang dan Guyana untuk sektor konstruksi, operator alat berat, hingga industri dengan penghasilan yang kompetitif.
Arif menegaskan pentingnya keberangkatan melalui jalur resmi agar para pekerja memperoleh perlindungan hukum, kepastian kerja, serta terhindar dari praktik penipuan yang masih sering terjadi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis BPRS Lampung Timur Yusuf Kurniawan menjelaskan komitmen BPRS dalam mendukung pembiayaan keberangkatan calon PMI melalui program pembiayaan berbunga ringan.
Menurut Yusuf, fasilitas tersebut bertujuan mencegah masyarakat terjerat pinjaman rentenir maupun pinjaman online yang kerap menjadi persoalan bagi calon pekerja migran.
“BPRS Lampung Timur hadir sebagai bank milik pemerintah daerah yang siap membantu calon PMI memperoleh pembiayaan secara aman, mudah, dan terjangkau sehingga mereka dapat berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi,” katanya.
Ia juga mengajak para calon PMI untuk mulai membangun budaya menabung selama bekerja di luar negeri agar hasil kerja dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga setelah kembali ke tanah air.
Melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, perusahaan penempatan PMI, serta pendamping Desa Migran Emas dapat terus diperkuat sehingga tercipta migrasi yang aman, legal, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Timur.(Safarudin)













