SUKADANA, LAMPUNG TIMUR – mgmltvnews.com – Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga membuncah di Dusun Kuripan, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga antusias memadati lokasi perayaan perlombaan rakyat yang dipusatkan di lingkungan RT 05, RT 06, RT 07, dan RT 08 pada Minggu (23/8/2026).
Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian perayaan kemerdekaan di Dusun Kuripan. Sebelumnya, gelombang pertama perlombaan telah sukses dilaksanakan pada Minggu (16/8/2026) lalu yang melibatkan warga dari lingkungan RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04.

Angkat Tema Budaya Lokal dan Swadaya Murni Warga
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbeda dari perayaan biasa, panitia mengusung tema Budaya Lokal pada gelaran tahun ini. Unsur tradisi terpancar kuat melalui pementasan seni tari daerah yang dibawakan secara anggun oleh para remaja Dusun Kuripan di sela-sela perlombaan. Suasana semakin semarak dan meriah dengan alunan hiburan musik dari orkes organ tunggal lokal, Dinda Musik, yang mendatangkan antusiasme warga sekitar Desa Sukadana.
Hebatnya, seluruh operasional dan penyediaan hadiah perlombaan ini terwujud berkat dana swadaya murni serta partisipasi aktif warga Dusun Kuripan sendiri. Gotong royong ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari para tokoh masyarakat, jajaran perangkat desa, Kepala Dusun, hingga seluruh ketua RT dari RT 01 sampai RT 08.

Menjaga Silaturahmi dan Menghormati Jasa Pahlawan
Tokoh Masyarakat Dusun Kuripan, Bapak Samsudin, menegaskan bahwa momentum perayaan ini memiliki makna mendalam yang lebih dari sekadar ajang hiburan tahunan.
”Gelaran acara ini kami laksanakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia sekaligus bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada para pejuang bangsa. Lebih dari itu, poin terpentingnya adalah menjaga dan mempererat tali silaturahmi serta merawat semangat kebersamaan warga antar-RT di Dusun Kuripan,” ungkap Bapak Samsudin.
Guna memastikan jalannya perayaan tetap kondusif, Kepala Dusun Kuripan, Muhamat Azhari, turun langsung mengawal jalannya acara. Bersama jajaran Ketua RT dan anggota Pertahanan Sipil (Linmas), keamanan dan keselamatan warga yang hadir terpantau terjaga ketat hingga akhir acara.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Ibu Rusmiyati, menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam atas kerja keras seluruh tim serta dukungan seluruh warga.
”Saya mengapresiasi dan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh anggota panitia dan warga yang telah bersusah payah, saling bahu-membahu menyukseskan acara ini. Tanpa partisipasi dan kekompakan semuanya, acara semeriah ini tidak akan bisa terlaksana,” tutur Ibu Rusmiyati.
Daftar Rincian Perlombaan dan Apresiasi Hadiah
Keseruan perlombaan terbagi menjadi dua kategori utama, yakni kategori anak-anak dan kategori ibu-ibu dengan sajian kompetisi yang menguji ketangkasan serta kekompakan kelompok:
Kategori Anak-Anak
Masukkan Paku dalam Botol (Perorangan):
Juara 1: Uang Pembinaan Rp50.000
Juara 2: Uang Pembinaan Rp30.000
Juara 3: Uang Pembinaan Rp20.000
Estafet Sedotan (Kelompok):
Juara 1: Uang Pembinaan Rp100.000
Juara 2: Uang Pembinaan Rp75.000
Juara 3: Uang Pembinaan Rp50.000
Estafet Kelereng (Kelompok):
Juara 1: Uang Pembinaan Rp100.000
Juara 2: Uang Pembinaan Rp75.000
Juara 3: Uang Pembinaan Rp50.000
Estafet Cup (Kelompok):
Juara 1: Uang Pembinaan Rp100.000
Juara 2: Uang Pembinaan Rp75.000
Juara 3: Uang Pembinaan Rp50.000
Kategori Ibu-Ibu
Masukkan Paku dalam Botol (Kelompok):
Juara 1: 1 Unit Kompor Gas
Juara 2: Uang Pembinaan Rp75.000
Juara 3: Uang Pembinaan Rp50.000
Lawan Kata (Kelompok):
Juara 1: Uang Pembinaan Rp100.000
Juara 2: Uang Pembinaan Rp75.000
Juara 3: Uang Pembinaan Rp50.000
Ngancing Baju (Perorangan):
Juara 1: Uang Pembinaan Rp50.000
Juara 2: Uang Pembinaan Rp35.000
Juara 3: Uang Pembinaan Rp20.000
Melalui perayaan kemerdekaan yang sarat akan unsur kebudayaan lokal dan swadaya ini, Dusun Kuripan berhasil membuktikan ketahanan sosial warga dalam merawat kerukunan serta melestarikan warisan tradisi di Lampung Timur. (Safarudin)













