SUKADANA – mgmltvnews – Sebanyak 12 warga di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, dilarikan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat setelah diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi telur bebek asin pada Jumat (27/02/2026).
Hingga Sabtu (28/02/2026) siang, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Polres Lampung Timur, Anggota Kodim, serta Forkopimca Sukadana terus memantau kondisi para korban yang menjalani perawatan di RSUD Sukadana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun, gejala keracunan mulai dirasakan warga sejak Jumat sore. Mayoritas korban adalah anak-anak usia sekolah, mulai dari PAUD hingga SMP, serta beberapa orang dewasa.
Telur bebek asin tersebut diduga berasal dari distribusi di lingkungan sekolah, termasuk SMPN 1 Sukadana dan program makan di SD Islam Al-Furqon. Para korban rata-rata mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah hebat hanya dalam waktu 10 hingga 30 menit setelah mengonsumsi telur tersebut.
Dari 12 korban yang terdata, beberapa di antaranya mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan:
Ny. Lasmini (49): Mengalami diare lebih dari 50 kali dan muntah tak terhitung. Sempat berobat ke klinik namun tidak ada perbaikan, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD pada Sabtu pagi dalam kondisi sangat lemas.
Safaluna (6): Dilaporkan mengalami muntah sebanyak 20 kali dengan cairan berwarna kuning.
Ketut Purwawiguna (4): Balita yang saat ini masih dalam penanganan intensif tim medis RSUD Sukadana.
Efita Ningrum (14): Menjadi salah satu korban yang kondisinya telah stabil dan diperbolehkan pulang.
Beberapa korban lainnya, seperti Suci Aulia Sari (14) dan Ahmad Raffi (SD), saat ini masih menjalani rawat jalan di rumah dengan pemantauan dari tenaga kesehatan setempat.

Pihak Kepolisian (Polres) bersama Kodim dan Forkopimca telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan sisa makanan sebagai barang bukti. Sementara itu, Dinas Kesehatan tengah berkoordinasi dengan laboratorium untuk memastikan kandungan zat berbahaya dalam telur bebek asin tersebut.
”Kami terus memantau perkembangan medis para korban di RSUD. Fokus utama saat ini adalah memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,” ujar salah satu perwakilan tim pemantau di lokasi.
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan segera melapor ke puskesmas terdekat jika mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan dari sumber yang sama.(Saf)













