SUKADANA LAMPUNG TIMUR – mgmltvnewstv.com -Pemerintah Desa Nabang Baru, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, tengah mematangkan persiapan untuk menggelar pesta rakyat dalam rangka memperingati Bulan Suro (1 Muharram) sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Nabang Baru. Tidak tanggung-tanggung, serangkaian kegiatan adat, keagamaan, hingga hiburan rakyat dijadwalkan akan menghentak desa tersebut selama lima hari berturut-turut.
Agenda tahunan ini dirancang bukan sekadar sebagai seremonial belaka, melainkan sebagai wadah refleksi spiritual sekaligus panggung pelestarian seni budaya nusantara yang hidup di tengah masyarakat Lampung Timur.
Mengawinkan Nilai Religi dan Tradisi Leluhur
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Nabang Baru, Sucipto, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara sengaja disusun secara variatif guna mengakomodasi seluruh elemen masyarakat. Pihak pemerintah desa ingin memastikan bahwa nilai-nilai spiritual dan pelestarian budaya tradisional dapat berjalan beriringan secara harmonis.
”Insyaallah rangkaian kegiatan akan berlangsung selama lima hari penuh. Kita memulai segala sesuatunya dari hal yang bersifat spiritual. Pada hari Senin, acara akan diawali dengan khataman Al-Qur’an sebagai bentuk doa dan permohonan restu kepada Allah SWT,” kata Sucipto saat memberikan keterangan pada Jumat (3/7/2026).
Setelah prosesi keagamaan selesai, memasuki hari Selasa, kegiatan akan bergeser ke ranah penguatan ikatan sosial dan pelestarian adat. Pihak desa mengagendakan kegiatan ziarah kubur (jaroh) yang dilanjutkan dengan acara makan bersama (kenduri massal) seluruh warga desa. Pada siang harinya, suasana akan diramaikan oleh hentakan musik dan tarian dari pertunjukan kesenian tradisional Kuda Lumping.
”Tidak berhenti di situ, pada malam Rabu, kami akan menyuguhkan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. Untuk memberikan tontonan yang berkualitas bagi warga, kami mendatangkan langsung dalang dan tim karawitan dari kawasan Simpang Sribhawono,” imbuh Sucipto.
Hiburan Rakyat Lima Malam Berturut-turut
Selain menyajikan kesenian tradisional yang sarat akan nilai filosofis, Pemerintah Desa Nabang Baru juga peka terhadap kebutuhan hiburan modern bagi generasi muda dan masyarakat umum. Sepanjang lima hari jalannya perayaan, panggung utama desa akan diisi oleh pertunjukan musik organ tunggal selama lima malam berturut-turut.
Kehadiran hiburan musik ini diharapkan mampu menghidupkan suasana malam di Desa Nabang Baru, sekaligus memberikan dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang membuka lapak di sekitar lokasi acara.
Menyadari potensi kerumunan massa yang besar, Sucipto mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat, baik warga lokal Nabang Baru maupun pengunjung dari desa tetangga, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
”Kami sangat berharap seluruh masyarakat dapat hadir, bersenang-senang, dan ikut memeriahkan acara ini dengan tertib. Kunci suksesnya acara ini ada pada kesadaran kita bersama dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta memupuk semangat gotong royong. Semoga momentum perayaan Bulan Suro dan HUT Desa ini menjadi jembatan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antarwarga,” harapnya.
Dapat Apresiasi dari Tokoh Ormas Lampung Timur
Rencana besar berskala desa ini terungkap dalam suasana obrolan santai penuh keakraban di kediaman rumah Kepala Desa Sucipto. Saat itu, Sucipto tengah menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gema Masyarakat Lokal Indonesia Bersatu (GML-IB) DPD Kabupaten Lampung Timur, Safaruddin.
Mendengar paparan program kerja dan dedikasi jajaran Pemerintah Desa Nabang Baru, Safaruddin secara terbuka melayangkan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, langkah yang diambil oleh Kepala Desa Sucipto beserta seluruh jajaran aparatur desa patut dicontoh oleh wilayah-wilayah lain.
”Saya selaku Ketua GML-IB Lampung Timur sangat mengapresiasi komitmen Pak Kades Sucipto yang selalu siap dan konsisten menggelar acara besar seperti ini setiap tahunnya. Ini bukan sekadar pesta, tetapi ada nilai luhur di dalamnya: berdoa bersama untuk kemakmuran desa, keselamatan warga, dan stabilitas keamanan wilayah,” puji Safaruddin di sela-sela perbincangan.
Safaruddin juga menegaskan bahwa ormas yang dipimpinnya siap mendukung penuh dari sisi moral kemasyarakatan demi terciptanya situasi yang kondusif selama lima hari acara berlangsung. Ia menilai, sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan ormas merupakan modal utama dalam membangun daerah yang harmonis dan maju. (Angga)













