SUKADANA – mgmltvnews.com -Insiden memilukan menimpa seorang balita berusia 23 bulan di Desa Sukadana Timur, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. Bocah malang tersebut menderita luka bakar serius setelah tersiram air panas di kediamannya. Merespons kejadian ini, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Lampung Timur bergerak cepat memberikan pendampingan intensif bagi korban dan pihak keluarga.
Kronologi Kejadian: Pelukan Kasih yang Berujung Duka

Peristiwa bermula pada Rabu (29/04/2026), saat sang ibu sedang menjalani rutinitas harian menyiapkan air hangat untuk memandikan buah hatinya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sang ibu baru saja menjerang air dan hendak mencampurkannya ke dalam bak berisi air dingin.
Namun, tanpa disadari, sang anak yang sedang aktif-aktifnya bergerak datang berlari dari arah belakang dan langsung memeluk kaki ibunya. Sentakan tiba-tiba tersebut membuat keseimbangan sang ibu goyah, sehingga air panas yang tengah dituangkan tumpah dan mengenai sebagian tubuh balita tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu korban, yang ditemui dalam kondisi masih trauma dan syok berat, menceritakan kejadian tersebut dengan suara terbata-bata. Ia mengaku tidak menyangka bahwa niat baik untuk merawat sang anak justru berujung pada musibah yang terjadi dalam hitungan detik.
Respon Cepat dan Evakuasi Medis
Melihat kondisi luka bakar pada tubuh anak, langkah penyelamatan segera dilakukan. Ketua BMI, Muhammad Amir SH, yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengambil tindakan evakuasi dengan membawa korban ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan pertolongan pertama yang memadai.
Kini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD KH. Ahmad Hanafiah. Pihak medis dilaporkan terus memantau stabilitas kondisi fisik balita tersebut untuk mencegah infeksi lebih lanjut pada area luka bakar.
LPAI dan Dinsos Turun Tangan
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan perlindungan terhadap hak anak, Ketua LPAI Lampung Timur, Decxy Vicry Angga SH, melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit pada Kamis (30/04/2026). Kunjungan ini tidak dilakukan sendiri, melainkan bersama perwakilan Dinas Sosial Lampung Timur, Suhaimi SE.
”Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa anak ini mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan yang optimal. Kami juga memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tetap kuat menghadapi ujian ini,” ujar Decxy Vicry Angga dalam keterangannya.
Decxy juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen rumah sakit.
”Alhamdulillah, pihak rumah sakit memberikan penanganan dengan sangat sigap. Kami berterima kasih kepada PLT Direktur RSUD KH. Ahmad Hanafiah, Ibu Eva Susanti, S.KM., MM, beserta seluruh tenaga medis yang telah bekerja keras merawat pasien,” tambahnya.
Komitmen Pendampingan Hingga Pulih
LPAI menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan formalitas. Lembaga ini berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga sang anak dinyatakan benar-benar pulih, baik secara fisik maupun psikis.
Selain pengawasan medis, koordinasi dengan Dinas Sosial juga diharapkan mampu meringankan beban finansial maupun kebutuhan logistik keluarga korban selama masa perawatan. Pihak LPAI juga mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas rumah tangga yang melibatkan benda tajam, api, maupun air panas guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kini, doa dan dukungan terus mengalir dari berbagai pihak di Lampung Timur, berharap sang balita dapat segera melewati masa kritisnya dan kembali ceria seperti sedia kala (Safarudin)













