SKANDAL: 20 Tahun “Kebal Hukum”, Radio HIT Kembali Kangkangi Pemda Lampung Timur!

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR – mgmltvnews.com -Seolah ingin menunjukkan taringnya di atas wibawa pemerintah, pengelola stasiun radio HIT Station Budaya (di bawah naungan PT. Alunan Way Jepara) kembali berulah. Meski telah resmi  di sampaikan dan dilarang beroperasi oleh Tim Penegak Perda Satpol-PP Lampung Timur pada akhir April lalu, stasiun radio ini kedapatan nekat mengudara kembali pada Rabu, 6 Mei 2026.

​Pembangkangan terang-terangan ini memicu amarah warga terdampak di Desa Muara Jaya dan mempertanyakan ketegasan aparat dalam menegakkan aturan di Bumi Tuwah Bepadan.

​Pembangkangan di Siang Bolong

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan laporan warga yang diterima tim redaksi, aktivitas penyiaran terpantau aktif pada pukul 14.35 WIB. Padahal, Ketua Tim Penegak Perda, Agus Indra, atas instruksi Kasat Pol-PP Ahmad Zainuddin, telah menghentikan operasional radio tersebut sejak 28 April 2026 karena dokumen perizinan yang tidak lengkap.

​”Info dari masyarakat, radio itu masih siaran. Saya dengerin sendiri dari dalam mobil barusan. Ini benar-benar pelecehan terhadap instruksi Pemda,” ungkap seorang narasumber terpercaya dengan nada geram.

​Anehnya, aktivitas ilegal ini diduga luput—atau sengaja dibiarkan—oleh perangkat desa setempat. Muncul tudingan miring bahwa ada oknum yang “main mata” untuk membiarkan pemancar tetap menyala meski izin belum dikantongi.

​Rekam Jejak “Lari” dari Aturan: 20 Tahun, 5 Lokasi, 0 Pajak

​Penelusuran mendalam mengungkap fakta mengejutkan yang menjurus pada skandal administrasi terbesar di sektor penyiaran lokal Lampung Timur. Sejak berdiri pada tahun 2006, HIT Radio Lampung Timur (101.5 MHz) diduga telah melakukan serangkaian pelanggaran sistematis:

​Nomaden untuk Menghindari Izin: Stasiun ini tercatat telah berpindah lokasi sebanyak 5 kali (Way Jepara, Pasar Sukadana, Sukadana Ilir, Purwosari, hingga kini di Muara Jaya). Perpindahan ini disinyalir sebagai modus untuk menghindari pengawasan dan kewajiban legalitas.

​Mengabaikan Perintah Menteri & Bupati: Sejak sistem OSS (Online Single Submission) diluncurkan pada 2019, pengelola telah diberi waktu hingga 90 hari untuk melengkapi izin. Namun, perintah tersebut diabaikan selama 8 tahun lamanya.

Baca Juga:  ​Menuju Tahun Ajaran Baru, SMAS Teladan Way Jepara Bagikan Rapor Semester Genap, Ratusan Siswa Naik Kelas Tanpa Kendala ​

​Zonasi Pemukiman yang Berbahaya: Tower radio saat ini berdiri di Dusun 3 RT 17 Desa Muara Jaya, wilayah padat penduduk, tanpa memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Hal ini menjadi bom waktu yang mengancam keselamatan nyawa warga jika tower tersebut roboh.

​Kebocoran PAD: Selama 20 tahun beroperasi, stasiun ini diduga kuat tidak pernah menyetor pajak maupun retribusi daerah, yang artinya telah merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung Timur dalam jumlah besar.

​Ancaman Hukum: Dari Denda Ratusan Juta Hingga Bui

​Situasi ini telah menempatkan PT. Alunan Way Jepara di ujung tanduk. Pakar hukum menilai pengelola bisa dijerat dengan pasal berlapis:

​UU Penyiaran No. 32/2002: Siaran tanpa Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dan Izin Stasiun Radio (ISR) diancam pidana 4 tahun penjara dan denda Rp400.000.000.

​PP No. 16/2021 tentang Bangunan Gedung: Tower ilegal terancam dibongkar paksa oleh alat berat Satpol-PP.

​UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah: Ancaman kurungan bagi wajib pajak yang sengaja merugikan keuangan daerah.

​Menanti Keberanian Satpol-PP

​Kini bola panas ada di tangan Ahmad Zainuddin selaku Kasat Pol-PP dan Hendrawan bersama Tim PPNS. Publik menunggu apakah mereka berani melakukan tindakan represif berupa penyitaan alat pemancar dan pembongkaran tower, atau justru membiarkan HIT Radio terus “menertawakan” Perda Lampung Timur.

​Jika dalam 30 hari kerja peringatan dari Kadis PMPTSP tidak diindahkan, maka tidak ada alasan lagi bagi Pemda untuk tidak meratakan bangunan ilegal tersebut dengan tanah.

​”Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke pengelola radio yang sudah 20 tahun kangkangi aturan,” tegas warga menutup pembicaraan.(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mgmltvnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LPAI Lampung Timur Gandeng Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Bumi Agung Perkuat Gerakan Hentikan Bullying di Sekolah
MENANAMKAN KEDISIPLINAN DAN JIWA NASIONALISME, SMP PGRI 1 BUMI AGUNG RUTIN GELAR UPACARA BENDERA SETIAP SENIN PAGI
Tanamkan Kedisiplinan Spiritual, MTs Ma’arif NU 5 Sekampung Wajibkan Rutinitas Salat Duha Berjemaah
Lampung Timur Andalkan Nobar Final Piala Dunia untuk Dongkrak Ekonomi UMKM
LPAI Lampung Timur Minta Kasus Perundungan Siswi SD Diusut Tuntas, Utamakan Perlindungan dan Pemulihan Korban
BPRS Lampung Timur, Satgas Demimas dan PT Bahana Mega Prestasi Perkuat Sinergi Wujudkan Desa Migran Emas yang Aman dan Sejahtera
252 Siswa Baru SMKN 1 Purbolinggo Ikuti MPLS, Dibekali Disiplin, Anti-Bullying, dan Bahaya Narkoba
Sambut HUT PKB ke-28, Ratusan Warga Lampung Timur Antusias Nobar Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:19 WIB

LPAI Lampung Timur Gandeng Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Bumi Agung Perkuat Gerakan Hentikan Bullying di Sekolah

Senin, 27 Juli 2026 - 11:19 WIB

MENANAMKAN KEDISIPLINAN DAN JIWA NASIONALISME, SMP PGRI 1 BUMI AGUNG RUTIN GELAR UPACARA BENDERA SETIAP SENIN PAGI

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:16 WIB

Tanamkan Kedisiplinan Spiritual, MTs Ma’arif NU 5 Sekampung Wajibkan Rutinitas Salat Duha Berjemaah

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:00 WIB

Lampung Timur Andalkan Nobar Final Piala Dunia untuk Dongkrak Ekonomi UMKM

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:28 WIB

BPRS Lampung Timur, Satgas Demimas dan PT Bahana Mega Prestasi Perkuat Sinergi Wujudkan Desa Migran Emas yang Aman dan Sejahtera

Berita Terbaru